Tuesday, January 15, 2013

Daftar Pemain Arsenal Musim 2012/2013 (update bulan september 2012)

KIPER:
13. Wojciech Szczesny
21. Lukasz Fabianski
24. Vito Mannone
- . Damián Martínez
BEK :
3. Bacary Sagna
4.Per Mertesacker
5. Thomas Vermaelen
6.Laurent Koscielny
11.Andre Santos
18.Sébastien Squillaci
20.Johan Djourou
25.Carl Jenkinson
28.Kieran Gibbs
GELANDANG:
8.Mikel Arteta
8.Santi Cazorla
16.Aaron Ramsey
19.Jack Wilshere
23.Andrey Arshavin
26.Emmanuel Frimpong
35.Francis Coquelin
2.A. Diaby
7.Tomas Rosicky
STRIKER :
10.Lukas Podolski
14.Theo Walcott
15.Alex Oxlade-Chamberlain
17.Olivier Giroud
27.Gervinho
29.Marouane Chamakh
Manajer/Pelatih: Arsene Wenger

Sejarah & Fakta Derby North London Arsenal vs Tottenham Hotspurs

Derby the north london ini adalah derby yang paling panas di London bahkansalah satu derby terpanas didaratan Inggris setara dengan derby merseyside derby. Perseteruan kedua klubsendiri sudah berakar sangat dalam, tertanam sejak 1913.

Berawal dari angan-angan Chairman Woolwich, Arsenal, Henry Norris, untuk membentuk sebuah klub raksasa di London. Dia lantas berniat menggabungkan klubnya yang berada di London Selatan dengan Fulham yang terletak di London Barat, namun upaya itu di tentang Footbal League.

Merasa terhalang, Norris lantas membuat putusan berani dengan melepas Fulham dan berkonsentrasi penuh kepada Woolwich Arsenal. Dia bahkan lantas mengalihkan markas klub itu ke Highbury yang terletak di London Utara.

Perpindahan inilah yang menyulut rivalitas dengan Tottenham. Maklum, Highbury hanya 5 km dari kandang Tottenham dan 3,2 km dari markas Clapton Orient. Ibaratnya, Arsenal menghalangi jalan kedua klub.

Merasa terusik, Tottenham dan Clapton mengajukan protes, tapi Football League tak menggubrisnya. Benih-benih kebencian para suporter Tottenham pun mulai muncul dan makin subur enam tahun kemudian. Ketika pada 1915 kompetisi terhenti akibat pecahnya Perang Dunia I, Chelsea dan Tottenham berada di posisi dua terbawah di Divisi I sementara Arsenal berada di peringkat keenam Divisi II.

Saat kompetisi akan di putar kembali pada 1919, Football League berniat menambah jumlah klub Divisi. Opsinya tentu saja dengan tidak mendegradasi klub DivisiI dan mempromosikan dua timdari Divisi II. Namun, Sir Henry Norris punya ide berbeda. Dia mengadakan rapat rahasia dengan Football League pada Maret 1919 yang hasilnya memutuskan Arsenal promosi di Divisi I sedangkan Tottenham terdegradasi.

Inilah yang menyulut kemarahan. Tindakan Norris ditengarai sengaja untuk menggeser dominasi Tottenham di Londong Utara. Tak heran kalau mereka bersuka-cita saat Sir Henry dikenai sanksi seumur hidup oleh FA pada 1929 karena berkali-kali melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku dan pembayaran ilegal terhadap pemain.

Sejarah kemudia mencatat banyak kejadian yang mewarnai pertemuan kedua klub ini. Setiap kali ada kasus yang melibatkan pemaindan manajer Arsenal, para suporter Tottenham akan membuat ejekan, demikian pula sebaliknya.

Di tengah seretnya prestasi The Spurs, setiap titik nilai yang ada di kubu Arsenal akan menjadi senjata ampuh bagi para suporter Tottenham guna menyerang kubu seteru abadi.



Fakta North London Derby

*. Pertemuan pertama terjadi pada 19 November 1887 dalam partai persahabatan yang digelar di Tottenham Marshes. The Spurs menang 2-1 dengan insiden matinya lampu stadion yang membuat pertandingan tertunda 15 menit. Sementara di Liga, pertemuan pertama terjadi pada 4 Desember 1909 di Manor Ground, Plumstead. Arsenal menang 1-0.

*. David o’leary (Arsenal) adalah pemain paling sering tampil di derby London Utara. Dia tercatat 35 kali tampil.

*. Bobby Smith (Tottenham) tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di derby London Utara , dia mengemas total 10 gol, unggul dua gol dari Alan Sunderland (Arsenal).

*. Kemenangan terbesar di pegang oleh Arsenal kala mengalahkan Tottenham 6-0 pada 6 Maret 1935.

*. Partai yang di warnai paling banyak gol terjadi pada 13 Novenber 2004 saat Arsenal menang 5-4.

sejarah arsenal indonesia

Arsenal Indonesian Supporters atau AIS lahir dari sebuah sebuah milis Arsenal di Indonesia, ArsenalTheGunners@yahoogroups.com. Milis itu sendiri berdiri sejak awal Desember 2003, atas prakarsa 2 orang pendukung Arsenal, Erwin Pires [erPRS7] dan Gege Cuek .

Tujuan awal milis ini adalah untuk memberikan wadah bagi para pendukung Arsenal untuk saling berbagi, bertanya, bertukar informasi seputar Arsenal. Seiring perputaran waktu, anggota milis itu semakin lama semakin berkembang dengan cukup pesat. Dalam waktu 3 bulan saja telah terkumpul lebih dari 50 anggota. Perkembangan ini terus diikuti dengan seringnya diadakan nonton bareng (nonbar) di kafe-kafe atas kerjasama Tabloid BOLA dan Tv7.

Hal yang menggembirakan ini membuat para pengurus milis mulai memikirkan didirikannya sebuah fans club. Pertemuan demi pertemuan mulai sering diadakan oleh pengurus di rumah Ahmad Setyono atau lebih dikenal dengan panggilan Pak Haji.

Selain itu, informasi mengenai perkembangan fans club terus disebarluaskan melalui milis maupun sms ke anggota-anggota yang berada di luar Jakarta, seperti Surabaya, Bandung, Palembang, dan kota-kota lainnya.

Walhasil, pada 24 April 2004 di rumah Pak Haji (bertepatan dengan pertandingan Arsenal vs Livepool), ditetapkan telah berdiri sebuah fans club dengan nama ARSENAL INDONESIAN SUPPORTERS dan hal-hal lainnya terutama mengenai administrasi akan dikerjakan sambil berjalan.

Kemudian berdirinya AIS mulai diperkenalkan dengan mengirimkan pemberitahuan ke khalayak umum melalui Tabloid BOLA, Tabloid GO dan Majalah SOCCER. Responnya ternyata sangat-sangat diluar dugaan. Sangat banyak pembaca yang mengirimkan sms atau menelpon ingin bergabung dengan AIS.

Perkembangan yang sangat menggembirakan ini membuat pengurus semakin bersemangat dan semakin bangga memberikan dukungan kepada Arsenal. Semoga hal ini tidak akan pernah berubah...!!
Dengan kepengurusan yang baru, dan terdaftarnya Arsenal Indonesian Supporter di Arsenal Football Club, London. Diharapkan lebih banyak lagi memberikan warna kepada dunia sepak bola di Indonesia.
Saat ini, keanggotaan Arsenal Indonesia Supporter Club telah mencapai 1,600 anggota dan telah resmi mendirikan 50 regional di kota - kota di Indonesia.

Saturday, January 12, 2013

sejarah klub

Era 1886-1980

Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London.
Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, yaitu Piala Liga pada tahun 1987 dan menjuarai Liga Inggris pada tahun 1989 lewat pertandingan dramatis dengan kompetitor gelar, Liverpool. Namun, Arsenal gagal mengoleksi gelar dari kompetisi Eropa, kalah adu penalti dari Valencia 5-4 pada kompetisi Piala Winners setelah skor tetap 0-0.

Era 1990-sekarang

Pada tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh Real Zaragoza dengan skor 2-1.
Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.
Setelah mencapai final Liga Champions pada tahun 2006, prestasi terbaik Arsenal hanyalah mencapai babak final pada tahun 2007 dan 2011 pada Piala Liga Inggris, kalah 2–1 dari Chelsea dan kalah dengan skor yang sama dari Birmingham City. Arsenal sudah tidak pernah meraih piala semenjak gelar Piala FA yang didapat pada tahun 2005.
Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja.

Stadion

Sejak berdiri, Arsenal beberapa kali pindah stadion. Mulai dari memakai sebuah lapangan di Woolwich yang bernama Manor Ground, lalu pindah ke London Utara, sekaligus membangun Stadion Highbury dan dipakai pertama kali dipakai pada tahun 1913. Stadion ini dipakai Arsenal hingga pada musim 2005/06 (atau berusia kurang lebih 93 tahun). Pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Highbury adalah Liga Utama Inggris, yaitu Arsenal vs Wigan Athletic yang berhasil dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 4-2 dengan tiga gol dari Thierry Henry. Stadion ini diganti, dikarenakan kapasitasnya yang terlalu kecil dibanding stadion klub-klub lain, seperti Chelsea F.C..
Sejak bulan Juli 2006 sampai sekarang, klub ini menempati markas barunya, Stadion Emirates yang berkapasitas 60.500 kursi dan terletak di Ashburton Grove dan peresmian pemakaian Stadion Emirates sekaligus pertandingan pertama yang digelar adalah dengan diadakannya sebuah pertandingan persahabatan antara Arsenal dengan para pemain legenda Belanda untuk perpisahan Dennis Bergkamp, seorang mantan penyerang Arsenal.